Rabu, 02 November 2016

MANAJEMEN PRODUKSI



Kegiatan manajemen produksi adalah salah satu jenis kegiatan produksi bagian di bidang manajemen yang memiliki peran dalam bekerja sama di berbagai kegiatan ekonomi untuk mencapai target. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan langsung dengan usaha untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan dibutuhkan pasar.
Ada 3 aspek yang penting dalam manajemen produksi, aspek tersebut adalah :
1.     Planning Production atau perencanaan produksi bertujuan untuk meyiapkan setiap proses yang sistematis bagi jenis kegiatan yang akan dilakukan, mencakup jenis barang yang akan diproduksi, jumlah produk, kualitas produk, bahan baku dan pengendalian produksi.
2.     Pengendalian produksi, bertujuan untuk mencapai hasil yang maksimal seperti menyusun perencanaan, membuat jadwal pekerjaan dan menentukan kepada siapa produk akan dipasarkan.
3.     Pengawasan produksi bertujuan agar setiap proses produksi dapat berjalan lancar sesuai dengan perencanaan.
Perkembangan manajemen produksi disaat ini dikarenakan oleh dua faktor yaitu, manajemen produksi bagaimana mengatur pembagian kerja agar berjalan dengan baik. Seorang manajer harus bisa dengan bijak membagi tugas dengan setiap timnya sesuai dengan keahlian masing-masing personil agar kegiatan produksi tersebut berjalan dengan efisien dan efektif.
Sedangkan faktor yang kedua adalah melakukan revolusi industri. Dalam revolusi industri memiliki arti bahwa dalam pemenuhan target dibutuhkan kinerja yang konsisten, maka dari itu mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin juga sangat diperlukan dalam manajemen produksi.
acehraya.co.id
acehraya.co.id

Dalam sebuah produksi yang sudah menggunakan mesin, target produksi semakin dapat terpenuhi dan kualitas sumber daya manusia juga akan semakin meningkat karena pekerja akan terpacu untuk meningkatkan keahliannya.
Namun sekalipun sangat diperlukan revolusi industri, tetap mempunyai dampak buruk bagi perusahaan atau organisasi kecil yang masih menggunakan cara-cara lama dan masih  menggunakan tenaga kerja manusia untuk sebagian besar proses produksi sehingga mereka tidak mampu menyeleraskan jumlah barang yang diproduksi jika dibandingkan dengan perusahaan yang sudah beralih menggunakan mesin.
Tujuan Manajemen
  • Menjalankan dan mengoreksi segala strategi yang kita gunakan secara efektif dan efisien.
  • Senantiasa berinovasi dalam berstrategi agar sesuia dengan perkembanagn zaman dan lingkungan.
  • Selalu mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman di setiap peluang yang ada.
  • Melakukan variasi kegiatan agar hidup kita lebih teratur
  • Mengoreksi dan memperbaiki setiap penyimpangan dalam menjalankan strategi.
  • Senantiasa beradaptasi terhadap perubahan-perubahan strategi yang telah dievaluasi
Perkembangan Manajemen Produksi
Ada beberapa faktor yang dapat menunjang perkembangan manajemen produksi, faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:
1. Pembagian kerja dan tugas (division of labour) serta spesialisasi
Untuk mencapai produk berkualitas maka pembagian kerja merupakan salah satu solusi yang tepat karena dengan begini produksi bisa lebih efektif dan efesien. Selain itu, dengan adanya cara pembagian kerja hasil produksi akan lebih baik karena disertai dengan pengolahan yang baik.
2. Revolusi Industri
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa revolusi industri adalah suatu masa dimana tenaga kerja digantikan dengan tenaga mesin. Dampak yang dihasilkan dari revolusi industri dianataranya adalah meningkatnya produk yang dihasilkan dengan bantuan mesin, sedangkan para pengusaha kecil terdesak karena peralatan kerja yang masih tradisional. Salah satu tanda terjadinya revolusi industri adalah banyaknya penggunaan mesin dalam berbagai aktivitas produksi.
Fungsi dan tugas manajemen pemasaran
  • Mengamati segala sesuatu yang dibutuhkan oleh konsumen
  • Senantiasa berinovasi terhadap produk-produk yang dihasilkan untuk menciptakan rasa puas bagi pasar dan konsumen
  • Mendesain produk dan kemasan agar lebih menarik konsumen
  • Megontrol pendistribusian barang dan selalu memeriksa penjualan
  • Mendesain cara berkomunikasi yang efektif dan efisien kepada konsumen
  • Mengatur harga untuk memperoleh Return on Investment yang lebih optimal.
Konsep pemasaran
Dalam konsep pemasaran yang menjadi kunci untuk mencapai sebuah tujuan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan pasar atau konsumen, selain itu juga memberikan kepuasan kepada konsumen, berupa kelebihan-kelebihan produk dibandingkan produk lain.
Menurut JC. Panney Sebelum menjual suatu barang perhatikan beberapa konsep pemasaran berikut ini.
1.     Amati dan temukan kebutuhan pasar serta sebisa mungkin penuhilah kebutuhan mereka
2.     Buatlah barang yang bisa dijual bukan menjual barang yang bisa dibuat
3.     Lebih mencintai pelanggan dibandingkan produk yang kita pasarkan
4.     Kamu adalah penentu kesuksesan, jadi lakukanlah sesuai dengan cara yang kamu pilih
5.     Mencurahkan segala tenaga untuk menghargai suatu nilai uang yang sarat akan kualitas dan kepuasan.
Itulah sedikit ulasan tentang definisi dari manajemen produksi, aspek penting dalam manajemen produksi hingga faktor yang mempengaruhi perkembangan manajemen produksi. Semoga artikel ini bermanfaat.

PENGANTAR BISNIS : PEMASARAN

Pengertian Pasar Dan Pemasaran
·         Pengertian Pasar
Pasar adalah kelompok individual (perorangan maupun organisasi) yang mempunyai permintaan terhadap barang tertentu, berdaya beli dan berminat merealisasikan pembeliannya.
·         Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau nonprofit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.
Jenis-Jenis Pasar
·         Pasar Konsumen
Sekolompok pembeli yang membeli barang untuk dikonsumsi, bukan dijual atau diproses lebih lanjut.
·         Pasar Industri
Pasar yang terdiri individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang untuk dipakai lagi, baik lansung maupun tidak langsung, dalam memproduksi barang lain kemudian dijual.
·         Pasar Penjual
Individu dan organisasi yang membeli barang untuk dijual lagi atau disewakan untuk mendapatkan laba.
·         Pasar Pemerintah
Pasar dimana terdapat lembaga pemerintah, seperti : departemen, direktorat, kantor dinas dan instansi lain.
Konsep-Konsep Inti Pemasaran
·         Konsep Pemasaran
Penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan pemberian kepuasan secara lebih efektif dan efisien dari yang dilakukan pesaing.
·         Konsep produksi
Konsumen menyukai produk yang tesedia dan selaras dengan kemampuan dan manajemen berkosentrasi pada efisiensi produksi dan distribusi.
·         Konsep Produk
Konsumen menyukai produk yang bermutu dan kinerja baik serta keistimewaan yang mencolok, manajemen harus memperbaiki terus-menerus produknya.
·         Konsep Penjualan
·      Konsumen tidak akan membeli banyak produk kecuali manajemen melakukan usaha promosi dan penjualan yang baik. 
Manajemen Pemasaran
a.       Keadaan Permintaan Dan Tugas Pasar
1.    Permintaan Negatif (negatif demand)
Adalah keadaan sebagian terbesar dari segmen pasar potensial yang penting tidak menyukai produk atau jasa yang ditawarkan, bahkan mereka bersedia membayar untuk menghindarinya. Tugas Pemasarannya adalah positif permintaan dan nama resminya adalah conversional marketing.
             
            2.   Tidak ada permintaan (no demand)
        Berarti orang tidak berminat sama sekali terhadap penawaran suatu produk atau jasa. Penawaran yang ada dalam keadaan tidak ada permintaan dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :
*Barangnya sudah dikenal tetapi dianggap tidak mempunyai nilai, misal barang-barang bekas.
*Barangnya sudah dikenal dan dianggap bernilai, tetapi tidak mempunyai nilai untuk pasar tertentu, missal penawaran perahu di daerah pegunungan.
*Barangnya baru ditemukan dan menghadapi keadaan tidak ada permintaan Karena pasarnya tidak mengetahui tentang adanya barang-barang tersebut, misalnya barang-barang perhiasan.
  Tugas manajer pemasaran pada keadaan permintaan ini adalah menciptakan permintaan atau “stimulation marketing” adalah sebagai berikut :
*Mencoba menghubungkan produk atau jasa dengan kebutuhan yang ada di pasar. Misal, barang bekas dapat dibuat barang seni.
*Mencoba mengubah lingkungan sedemikian rupa agar barang-barang yang ditawarkan menjadi bernilai, misal membuat danau rekreasi untuk menciptakan permintaan terhadap perahu.
*Menyebar informasi tentang suatu barang yang baru ditemukan kepasar agar diketahui bahwa barang tersebut ada dan orang tertarik untuk membeli.
3.       Permintaan terpendam (latent demand)
Adalah jika sebagian besar orang – orang mempunyai kebutuhan yang kuat akan sesuatu yang tidak ada dalam bentuk barang atau jasa yang nyata. Dalam keadaan permintaan seperti ini maka manajer pemasaran mempunyai tugas untuk mengembangkan permintaan atau disebut “development marketing”.
4.       Permintaan menurun (falling demand)
Adalah suatu keadaan di mana permintaan untuk suatu produk atau jasa semakin berkurang dari tingkat sebelumnya, dan diperkirakan akan menurun terus dan jika tidak memperbaiki pasar yang dituju atau usaha-usaha pemasaran. Tugas pemasarannya adalah “remarketing”.
5.       Permintaan tidak teratur (irregular demand)
Perusahaan dapat mengalami masa-masa penuh dan masa-masa sepi atau permintaan tidak teratur, yaitu suatu keadaan dimana pola pemintaan pada saat-saat tertentu dipengaruhi oleh fluktuasi musim atau hal-hal lain. Tugas manajemen marketing adalah menyelaraskan permintaan atau “syncromarketing”, yaitu dengan menyesuaikan permintaan dan penawaran dengan mengubah pola permintaan misal dengan memberikan harga yang murah pada masa-masa sepi atau mengenakan harga yang tinggi pada masa-masa ramai.
6.       Permintaan penuh (full demand)
Adalah suatu keadaan di mana tingkat dan saat permintaan yang sekarang sama dengan tingkat dan saat permintaan yang diharapkan. Permintaan pasar dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan yang bersifat menekan, seperti perubahan kebutuhan dan selera di pasar, persaingan yang aktif. Biasanya para pesaing akan muncul bilamana suatu produk mengalami permintaan penuh. Tugas manajer permasaran adalah “maintenance marketing”, yaitu dengan mempertahankan harga jual, mengendalikan biaya, tetap mengadakan promosi.
7.       Permintaan yang berlebihan (overfull demand)
Adalah suatu keadaan dimana permintaan lebih besar dari pada penawarannnya. Perusahaan merasa tidak mampu untuk memenuhi permintaan yang lebih besar. Dalam hal ini tugas manajer pemasaran adalah mengurangi permintaan atau disebut “demarketing”, yaitu dengan menaikkan harga, mengurangi kegiatan promosi.
8.       Permintaan tidak sehat (unwholesome demand)
Adalah permintaan beberapa jenis produk yang dapat dinilai tidak baik dari segi kesejahteraan konsumen, kemakmuran masyarakat atau penyedia, seperti permintaan rokok, obat-obatan terlarang atau ganja, dll. Dalam hal ini manajer pemasaran mempunyai tugas untuk merusak atau meniadakan permintaan atau disebut “countermarketing”.
b.      Falsafah Manajemen Pemasaran
Terdapat 5 falsafah/pedoman yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan aktivitas pemasaran, yaitu:
·         Production Concept
Konsumen lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah harganya
·         Product Concept
Konsumen menyukai produk produk yang menawarkan kualitas, dan kinerja terbaik, serta fitur fitur yang inovatif
·         Selling Concept
Konsumen dan pebisnis hanya akan membeli produk yang melakukan usaha usaha pemasaran yang aktif. Konsumen tidak akan membeli jika tidak ada usaha pemasaran yang gencar
·         Marketing Concept
Kunci pencapaian sasaran organisasi adalah seberapa efektif suatu perusahaan dalam menciptakan, menyampaikan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang lebih superior kepada target pasarnya disbanding dengan pesaingnya
·         Holistic Marketing Concept
Merupakan konsep menyeluruh atas relationship marketing, integrated marketing, internal marketing, social responsibility marketing
a.       Relationship Marketing:
Sasaran kunci pemasaran adalah mengembangkan relationship secara mendalam dan abadi dengan semua orang atau organisasi yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung keberhasilan aktivitas pemasaran perusahaan.
Relationship marketing memiliki tujuan membangun secara bersama-sama relationship jangka panjang yang memuaskan dengan pihak pihak kunci, seperti: customer, supplier, distributors, dan partner pemasaran lainnya, sehingga mampu menghasilkan dan mempertahankan bisnisnya.
b.      Integrated Marketing
Pemasaran terintegrasi yang memadukan:
1)      Product
2)      Price
3)      Place
4)      Promotion :
ü Advertising
ü Sales promotion
ü Events and experiences
ü Public relations
ü Direct marketing
ü Personal selling
c.       Internal Marketing
Pemasaran internal merupakan tugas memilih, melatih, dan memotivasi pekerja/employee yang ingin melayani pelanggan secara baik.
d.      Social Responsibility Marketing
Pemahaman akan wawasan yang luas serta etika, lingkungan, hokum, dan social dalam konteks aktifitas dan program pemasaran.
Bauran Pemasaran
Bauran Pemasaran atau Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu :
a.       Produk
Suatu sifat yang komplek baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan.
b.      Saluran Distribusi
Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan dari produsen ke konsumen atau pembeli industri.
c.       Harga
Sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
d.      Promosi
Arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan sesorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Tujuan Sistem Pemasaran
Ada empat alternatif dari sistem pemasaran, yaitu :
a.       Memaksimumkan Konsumsi Pekerjaan
Pemasaran adalah memudahkan dan merangsang konsumsi maksimum, akhirnya menciptakan produksi, kesempatan kerja, dan kemakmurkan maksimum.
b.      Memaksimumkan Kepuasan Konsumen
Tujuan sistem pemasaran lain adalah memaksimumkan kepuasan konsumen, bukan konsumsi. Tetapi mengukur kepuasan konsumen tidak mudah, belum adanya tolak ukur kepuasan dari produk pada individu, kepuasan dari produk atau jasa yang baik diimbangi oleh kejelekkan dari pencemaran lingkungan, kepuasan yg diterima sesorang tergantung dari sedikitnya orang lain memiliki barang tersebut.
c.       Memaksimumkan Mutu Hidup
Termasuk didalamnya kualitas, kuantitas, ketersediaan, dan harga pokok barang; mutu lingkungan fisik; dan mutu lingkungan kultur.

Pendakatan Dalam Mempelajari Pemasaran
      
      a.       Pendekatan Seba Fungsi
Dilihat dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu : pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarnisasi dan grading, pengumpulan informasi pasar.
      b.      Pendekatan Serba Lembaga
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal : produsen, suplier, perantara dagang dsb.
      c.       Pendekatan Serba Barang (Pendekatan Organisasi Industri)
Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri Pendekatan Serba Manajemen Dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil. Pendekatan Serba Sistem Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk, dan lembaga.

Sumber : http://ramandikamandira.blogspot.co.id/2012/01/pemasaran.html